Selasa, 25 Oktober 2016

Teknik Penulisan dan Presentasi adalah sebuah mata kuliah yang bertujuan untuk menciptakan mahasiswa yang mampu menulis karya ilmiah. mampu menulis artikel ilmiah, mampu menulis laporan praktikum, dan mampu menulis tugas akhir tentunya. Selain itu mata kuliah ini juga mengharapkan mahasiswa mampu tampil untuk mempresentasikan dan menjelaskan tulisannya.

Ada 3 tahap utama dalam penulisan karya ilmiah itu sendiri, yaitu perencanaan, pelaksaan, dan penulisan. Tahap perencaan terbagi menjadi 8 tahap yaitu Penentuan Judul, Latar Belakang Masalah, Perumusan Masalah, Penentuan Batasan Masalah, Tujuan dan Manfaat Penelitian, Metode Pengumpulan Data, Sistematika Penulisan, dan Jadwal Rencana Kegiatan.

Pada jurnal pertama yang berjudul "Hubungan Antara Variasi Tarif Tol dengan Pendapatan dan Tingkat Pelayanan". Latar belakang jurnal tersebut adalah penetapan besarnya tarif tol harus memenuhi asas keuntungan atau manfaat bagi pengguna dengan adanya fasilitas yang lebih baik. Penentuan judul sesuai dengan latar belakang jurnal tersebut. Perumusan masalahnya ada dalam latar belakang. Penentuan batasan masalah ada pada abstraknya. Tujuan dan manfaat nya pun terjawab dalam abstraknya. Metode pengumpulan datanya adalah primier dan sekunder, karena langsung penulis jurnal melakukan percobaan. Sistematika penulisan sesuai dengan ketentuan yang ada. Jadwal rencana kegiatan tidak tercantum.

Pada jurnal kedua yang berjudul "Variabilitas Spasial Hujan Harian di Jawa Timur". Latar belakang jurnal tersebut adalah memaparkan variabilitas spasial hujan harian di Jawa Timur. Judul jurnal sesuai dengan isi jurnal itu sendiri. Perumusan masalah tercantum dalam pendahuluan. Penentuan batasan masalah, ada pada pendahuluan nya. Tujuan dan manfaat ada pada abstraknya. Pengumpulan data adalah primier, karena penulis jurnal melakukan percobaan sendiri. Sistematika penulisan dalam jurnal ini adalah, abstrak, pendahuluan, metoda penelitian, hasil & pembahasan, dan daftar pustaka. Jadwal kegiatan rencana tidak tercantum.

Pada jurnal ketiga yang berjudul " Pengembangan Model Prediksi KecelakaanLalu Lintas pada Jalan Tol Purbaleunyi ". Latar belakang jurnal tersebut adalah menghubungkan frekuensi kecelakaan yang terjadi pada suatu entitas jalan dengan arus lalu lintas dan berbagai faktor lingkungan jalan yang berkontribusi pada terjadinya kecelakaan. Perumusan masalah tercantum dalam pendahuluan. Penentuan batasan masalah, ada pada pendahuluan nya. Tujuan dan manfaat ada pada abstraknya. Pengumpulan data adalah primier, karena penulis jurnal melakukan percobaan sendiri. Sistematika penulisan dalam jurnal ini adalah, abstrak, pendahuluan, metoda penelitian, kesimpulan, dan daftar pustaka. Jadwal kegiatan rencana tidak tercantum.

sumber :
https://multisite.itb.ac.id/ftsl/wp-content/uploads/sites/8/2013/05/7.-Rudy-Hermawan-dkk-Vol.20-No.1.pdf
https://multisite.itb.ac.id/ftsl/wp-content/uploads/sites/8/2013/05/4.-Indarto-Vol.20-No.2.pdf
https://multisite.itb.ac.id/ftsl/wp-content/uploads/sites/8/2011/04/8.-Lucky-dkk-Vol.19-No.3ok1.pdf

Senin, 29 Juni 2015

Manfaat Mempelajari Ilmu Budaya Dasar

Mata kuliah Ilmu Budaya Dasar adalah salah satu mata kuliah yang membicarakan tentang nilai-nilai, tentang kebudayaan, tentang berbagai macam masalah yang dihadapi manusia dalam hidupnya sehari-hari. Bagi orang awam mungkin saat mendengar ilmu budaya dasar mungkin beranggapan adalah ilmu yang mempelajari dasar dari sebuah budaya.

Dengan mempelajari ilmu budaya dasar ini, kita dapat mengenal apa itu cinta kasih, kita dapat mengetahui lebih dalam unsur cinta menurut Dr. Sarlito W. Sarwono. Banyak sekali pelajaran yang di dapat dalam mata kuliah “Ilmu Budaya Dasar” ini. Salah satunya tadi yaitu cinta kasih. Kita juga dapat mempelajari tentang pandangan hidup, di dalam kehidupan setiap manusia pasti memiliki pandangan hidup. Dalam mata kuliah ini juga diajarkan apa itu tanggung jawab, banyak sekali tanggung jawab, tanggung jawab terhadap negara, keluarga, diri sendiri dan masyarakat. Ada juga materi yang membahas tentang keindahan,  yang berasal dari kata “indah” yang berarti baik, bagus, cantik, elok dan sebagainya. Dalam mata kuliah ini banyak sekali bahasan yang sangat berguna bagi kita untuk menjalani hidup.


Ilmu budaya dasar (IBD) memberikan atau menambahkan sebuah pengalaman baru dalam menulis sebuah karangan yang baik dan berguna. Demikian pendapat saya mengenai ilmu budaya dasar yang sudah saya pelajari dalam satu semester ini.  Semoga bermanfaat bagi kalian semua. 

Senin, 22 Juni 2015

Harapan dan Tanggung Jawab

Setiap manusia punya harapan, jika manusia tidak mempunyai harapan berarti manusia tersebut mati dalam hidup. Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi, sehingga harapan sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung dengan usaha yang kita lakukan, semakin besar usaha yang kita lakukan maka semakin besar juga kemungkinan harapan tersebut tercapai. Sebagai contoh, Budi berharap mendapat peringkat satu dikelasnya, walaupun dia berharap seperti itu tapi tanpa usaha, hal tersebut sangat kecil bisa tercapai atau terjadi, jika budi melalukan usaha yang maksimal seperti belajar dengan giat, maka akan semakin besar pula harapan itu tercapai.

Tanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya baik secara sengaja ataupun tidak sengaja. Tanggung jawab sudah bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pati dibebani tanggung jawab. Terdapat beberapa jenis tanggung jawab yaitu :

Tanggung jawab terhadap diri sendiri

Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Sebegai contoh, saya sebagai mahasiswa harus datang ke kampus besok pukul 08.00. Sebagai pribadi yang memiliki rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri kita harus memperkirakan berapa lama perjalanan agar dapat mengira-ngira besok pagi berangkat jam berapa agar tidak telat sampai kampus.
      
      Tanggung jawab terhadap masyarakat 

Manusia pada hakekatnya tidak dapat hidup sendiri, karena manusia adalah makhluk sosial dengan demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat lainnya agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut. Sebagai contoh, dalam suatu lingkungan masyarakat diadakan gotong royong seminggu sekali untuk kepentingan bersama seperti jalan, jembatan, MCK, dan lainnya. Tetapi ada suatu warga yang selalu tidak ikut gotong royong tersebut, tapi dia selalu memakai fasilitas kepentingan bersama tersebut setiap hari, berarti dia tidak memiliki rasa tanggung jawab terhadap masyarakat.

Tanggung jawab terhadap keluarga


Keluarga merupakan masyarakat kecil. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab terhadap keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Sebagai contoh seorang perempuan dikaruniai dua orang anak, setelah suaminya meninggal dunia dia bekerja sebagai kuli bangunan, walaupun dari segi moral itu pekerja yang sangat kasar bagi perempuan, tetapi dari segi tanggung jawab dia termasuk orang yang dipuji, karena demi rasa tanggung jawabnya terhadap keluarga dia rela melakukan pekerjaan yang sangat kasar itu. 

Senin, 15 Juni 2015

Manusia dan Pandangan Hidup

Setiap manusia yang hidup didunia ini pasti mempunyai pandangan hidup masing-masing yang berbeda-beda setiap orangnya. Apa itu pandangan hidup? Pandangan hidup adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan dan juga petunjuk hidup didunia ini. Pandangan hidup digunakan untuk menentukan/menuntun manusia kepada kehidupan yang dia inginkan/idamkan. Pandangan hidup memiliki klasifikasi masing-masing berupa ideologi, agama, dan renungan.

Pandangan hidup sesorang pasti berbeda. Pada saat ini saya sebagai mahasiswa memiliki pandangan hidup “ Bertanggung jawab dengan kuliah sehingga dapat lulus tepat waktu “. Dibawah ini merupakan langkah-langkah berpandangan hidup yang baik.

                  Mengenal

Kita harus mengenal apa itu pandangan hidup untuk mencapai pandangan hidup kita. Mengenal disini berarti mengenal dari berbagai macam aspek. Pandangan hidup itu ada sejak manusia ada, dan bahkan sebelum manusia itu turun kedunia. Kita sebagai mahluk yang bernegara dan beragama pasti mempunyai pandangan hidup.

                Mengerti
Mengerti, yang dimaksudkan mengerti pada pandangan hidup apabila dalam berkuliah sebagai mahasiswa kita harus mengerti apa itu kuliah dan apa saja yang dilakukan dalam perkuliahan. Sama seperti pada agama islam kita harus mengerti apa itu AL-QURAN sehingga memiliki konsep pengertian tentang pandangan hidup dalam agama islam.
         Menghayati
Dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hidup itu sendiri. Menghayati disini diibaratkan menghayati nilai-nilai yang terkandung didalamnya, yaitu dengan memperluas dan memperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup itu sendiri. Yang perlu diingat dalah langkah mengerti dan menghayati pandangan hidup itu, yaitu harus ada sikap penerimaan terhadap pandangan hidup itu sendiri.
                Meyakini

Meyakini, yaitu yakin akan pandangan hidup yang kita miliki. Dengan adanya keyakinan dalam diri kita terhadap pandangan hidup kita sendiri, kita akan memiliki arah untuk menuntun kita kepada kehidupan yang kita inginkan/idamkan.

        Mengabdi
Pengabdian merupakan suatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan ditertima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain. Dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaatnya.
        Mengamankan
Proses mengamankan ini merupakan langkah terakhir. Langkah Terakhir ini merupakan langkah tererat dan benar-benar membutuhkan iman yang teguh dan kebenaran dalam menanggulangi segala sesuatu demi tegaknya pandangan hidup itu.

  

Senin, 25 Mei 2015

Manusia dan Keadilan Distributif

Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Keadilan menurut Plato adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal. Sedangkan menurut pandangan yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan melaksanakan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.


Terdapat berbagai macam keadilan, salah satunya adalah keadilan distributif. Aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan sama dan hal hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equally). Sebagai contoh, dua orang karyawan yang bernama Dudung yang sudah bekerja 10 tahun dan Maman yang sudah bekerja 5 tahun, akan mendapatkan THR (Tunjangan Hari Raya). Pada waktu pemberian harus dibedakan antara Dudung dan Maman sesuai dengan lama nya berkerja atau masa mengabdi pada kantor tersebut. Andaikata Dudung mendapatkan Rp. 1.000.000,- maka Maman harus mendapatkan Rp. 500.000. Akan tetapi apabila besar THR yang didapat mereka berdua sama maka hal tersebut dikatakan tidak adil.   



DAFTAR PUSTAKA
Nugroho, W., &
Muchji A. (1996). Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Universitas Gunadarma

Senin, 11 Mei 2015

Manusia dan Penderitaan

Penderitaan berasal dari kata derita yang berarti merasakan sesuatu hal yang sangat tidak menyenangkan atau menanggung rasa yang tidak menyenangkan baik yang didapat lahir atau batin, atau sekaligus lahir dan batin. Suatu kejadian yang dianggap oleh seseorang sebagai sebuah penderitaan belum tentu orang lain menganggapnya sebagai penderitaan, ada seseorang yang justru malah menjadikan suatu kejadian tersebut motivasi untuk membuat diri nya sadar dan bangkit untuk berjuang karena suatu kejadian tersebut menjadi sebuah energi yang datang dalam dirinya sendiri, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kebahagiaan atau kenikmatan.


Penderitaan yang dialami oleh semua manusia didunia ini adalah sebuah resiko yang harus dihadapi. Karena semua orang pasti akan mengalami yang nama nya penderitaan, bagi yang siap menghadapinya manusia tersebut akan menjadikannya motivasi untuk dirinya sendiri dan bagi mereka yang tidak siap akan lebih terpuruk dalam dunia yang kelam di kehidupan ini. Tuhan memberikan kebahagian dan kesenangan kepada manusia, tetapi tuhan juga memberikan penderitaan kepada manusia agar membuat manusia sadar dan tidak memalingkan darinya. Maka dari itu kita harus selalu bersyukur kepada tuhan kerena kita telah diberikan kebahagian dan kesenangan, janganlah kita tergoda oleh hawa nafsu kita dan tidak bersyukur dengan apa yang diberikan oleh tuhan. 

Senin, 04 Mei 2015

Manusia dan Keindahan

Keindahan berasal dari kata indah yang berarti baik, bagus, cantik, elok, dan sebagainya. Benda yang memiliki sifat indah ialah seperti hasil sebuah karya seni, pemandangan alam, tatanan taman, dan masih banyak yang lainnya. Manusia tidak dapat terpisahkan dari keindahan. Dimana saja kapan saja dan siapa saja dapat menikmati keindahan. Keindahan sangat identik dengan kebenaran karena keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah.


Banyak sekali arti/pengertian keindahan yang didefinikan oleh tokoh-tokoh dan didapat pengertian keindahan terbagi atas keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral, dan keindahan intelektual. Keindahan pada dasarnya adalah alamiah, alamiah artinya wajar, tidak berlebihan dan tidak pula kurang. Keindahan tersebut akan secara tidak sadar dirasakan oleh manusia. Keindahan tidak dapat dibuat-buat, contohnya sebegitu mirip nya manusia membuat duplikasi lukisan monalisa yang sangat mirip akan lebih indah lukisan yang sebenarnya daripada duplikasinya. Jadi intinya manusia sangat erat hubunganya dan tidak dapat dipisakhan dari keindahan